Rabu, 24 September 2025, seluruh guru mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, analisa konsep & penerapan deep learning di Aula SMA Muhammadiyah Bantul. Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan memperkaya pengetahuan guru terkait dengan kegiatan pembelajaran pada kurikulum yang berlaku. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Dwi Sumariyanto, S.Kom, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan guru untuk lebih menguasai dan mampu menerapkan deep learning sesuai dengan kebutuhan belajar murid dan iklim belajar di SMA Muhammadiyah Bantul.

Workshop peningkatan kompetensi guru Muhiba ini bekerja sama dengan Penerbit Yudhistira. Kepala Cabang Kantor Yudhistira Yogyakarta, Bapak H. Agus Ismanto, menyatakan bahwa kerja sama positif ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan guru demi berlangsungnya kurikulum baru dengan pendekatan deep learning. Muhiba turut menghadirkan narasumber ahli pada bidang ini yaitu Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., dosen sekaligus guru besar di bidang Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., menyampaikan analisa konsep deep learning yang beliau kaji dari berbagai sumber literatur baik jurnal penelitian dan buku seperti Happy Teacher Habits, The Alchemy of Happines, Anxious Gen, dan lain sebagainya. Analisis mendalam ini disampaikan dengan style dan metode yang mudah dipahami oleh guru-guru di SMA Muhammadiyah Bantul. Beliau menyampaikan bahwa deep learning bukanlah hal baru, paradigma pendekatan ini telah ada sejak lalu seperti hasil kajian ahli Jean Piaget dan Vygotsky. Implementasi deep learning di tingkat SMA lebih mengkonstruksi pemahaman murid dengan basis problem based learning dan project based learning. Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., berulang kali menyampaikan bahwa guru adalah “rumah” bagi murid di sekolah, selain guru sebagai pendidik yang menyampaikan materi pembelajaran. Artinya guru harus mampu memiliki berbagai sudut pandang dalam melakukan intervensi terhadap latar belakang dan kondisi murid, demi berlangsungnya proses belajar sesuai yang dibutuhkan. Guru juga harus bahagia, karena setiap hari harus menghadapi dan menyelesaika masalah yang beraneka ragam. Di akhir materi penyampaiannya, beliau memberikan rumus “E + R= W” yaitu “Event+Response”=What You Get”, bahwa berbagai kondisi yang dihadapi bersama murid plus respon/sikap yang dimunculkan adalah hasil yang didapatkan, dengan kata lain jika guru senantiasa memiliki kebiasaan/respon positif maka akan menyalurkan energi positif bagi murid.